Keraton Kasepuhan
Dua buah patung macan putih sebagai lambang keluarga besar Pajajaran (keturunan Prabu Jaya Dewata (Silih Wangi) di taman bunderanDewandaru pada area utama keraton Kasepuhan di kesultanan Kasepuhan
Keraton Kasepuhan adalah
keratontermegah dan paling terawat di
Cirebon. Makna di setiap sudut
arsitekturkeraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi
tembok bata merah dan terdapat
pendopo di dalamnya.
[1]
Keraton Kasepuhan adalah kerajaan islam tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.
Keraton ini memiliki
museum yang cukup lengkap dan berisi benda
pusakadan
lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yaitu
kereta Singa Barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati. Kereta tersebut saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap
1 Syawal untuk
dimandikan.
Bagian dalam keraton ini terdiri dari
bangunan utama yang berwarna putih. Di dalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan
singgasana raja.
Gerbang depan keratonSunting
Keraton Kasepuhan memiliki dua buah pintu gerbang, pintu gerbang utama keraton Kasepuhan terletak di sebelah utara dan pintu gerbang kedua berada di selatan kompleks. Gerbang utara disebut Kreteg Pangrawit (bahasa Indonesia: jembatan kecil) berupa jembatan, sedangkan di sebelah selatan disebut Lawang sanga (bahasa Indonesia : pintu sembilan). Setelah melewati Kreteg Pangrawit akan sampai di bagian depan keraton, di bagian ini terdapat dua bangunan yaitu Pancaratnadan Pancaniti.
Bangunan Pancaratna berada di kiri depan kompleks arah barat berdenah persegi panjang dengan ukuran 8 x 8 m. Lantai tegel, konstruksi atap ditunjang empat sokoguru di atas lantai yang lebih tinggi dan 12 tiang pendukung di permukaan lantai yang lebih rendah. Atap dari bahan genteng, pada puncaknya terdapat mamolo. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat seba atau tempat yang menghadap para pembesar desa yang diterima oleh Demang atau Wedana. Secara keseluruhan memiliki pagar terali besi.
Pancaniti berarti jalan atasan, merupakan pendopo sebelah timur yang merupakan tempat para
perwirakeraton melatih para prajurit ketika diadakannya latihan keprajuritan di alun-alun dan sebagai tempat pengadilan. Bangunan ini berukuran 8 x 8 m, berantai tegel. Bangunan ini terbuka tanpa dinding. Tiang-tiang yang berjumlah 16 buah mendukung atap sirap. Bangunan ini memiliki pagar terali besi
AREA SITI INGGIL
Untuk Info lebih lanjut Hubungi :
AGUNG ( Tour Guide )
Phone : 0812 93325270